Bapenda Nabire Baru Miliki 15 Unit Perekam Transaksi Pajak

Kepala Bapenda Nabire, Fatmawati di ruang kerjanya – Bumiofinavandu. NABIRE.INFO - Dilansir dari Bumiofinavandu , Badan Pendapatan Daerah (B...

Kepala Bapenda Nabire, Fatmawati di ruang kerjanya – Bumiofinavandu.
NABIRE.INFO - Dilansir dari Bumiofinavandu, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Nabire baru memiliki 15 unit alat perekam transaksi pajak atau Point Of Sales (POS). Alat ini tersedia berkat kerjasama antara Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Bapenda dengan Bank Papua.

“Untuk sementara baru beberapa rumah makan dan hotel yang terpasang. Jadi untuk sementara baru 15 unit yang terpasang,” ujar Kepala Bapenda, Fatmawati di Nabire, Senin (10/8/2020).

Menurut Fatmawati, ada 15 tempat yang terpasang POS yakni 7 hotel dan 8 rumah makan sebagai skala yang diprioritaskan. Hal ini lantaran dinilai berdasarkan penerimaan (pendapatan), sebab pendapatannya besar tetapi laporan penghasilannya tidak sesuai dengan pendapatan.

“Jadi saat ini Pemda (Bapenda) sedang menunggu tambahan alat POS lainnya yang sedang dalam pengiriman ke Nabire,” tuturnya.

Ia menjelaskan, terdapat hoten bahkan rumah makan yang tidak transparan dalam pelaporan penghasilan. Bahkan para pemilik usaha juga tidak memasang baner pajak yang telah disediahkan. Ini sesuai dengan peraturan daerah nomor 7 tahun 2018 tentang perubahan perda nomor 4 tahun 2010 tentang pajak daerah.

Kisah Fatmawati, timnya pernah makan di salah satu rumah makan. kemudian saat hendak membayar biayanya, kasir memberikan nota, yang artinya gratis dari biaya pajak. Namun kasirnya juga mengatakan bahwa terdapat pajak yang harus disertakan dalam pembayaran, padahal banel tidak diperlihatkan tapi disembunyikan.

“Tim kami bilang kalau kasih nota berarti gratis, mereka bilang ko gratis? Dan katanya nanti di marah bosnya. Tim bilang mana baner, ternyata mereka simpan. Dan didalam baner menjelaskan kalau tidak dikasih struk elektronik, kan gratis, bebas pajak. Jadi ini yang terjadi selama ini. sehingga andai terdapat 100 orang yang makan maka yang diinput hanya dua puluh, ini kan pembohongan public,” jelas Fatmawati.

Dia melanjutkan, Bapenda ingin mewujudkan pengelolaan pajak daerah yang transparan. Hal ini juga merupakan tindaklanjut dari pencegahan korupsi. Selain itu dapat mendongkrak upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah). Dan system pembayaran pajak online juga dinilai mempermudah wajib pajak dalam menyajikan data pajak secara transparan dan jujur.

“Jadi wajib pajak harus dapat memisahkan antara penghasilan dan kewajiban pembayaran pajak yang disetor kepada Bapenda. Termasuk pelaku usaha wajib menggunakan cash register (tapping box). Yang befungsi untuk mencatat transaksi dan dicetak oleh POS,” jelas Fatmawati.

Fatmawati menghimbau kepada pelaku usaha khususnya hotel dan rumah makan agar terbuka dan membayar pajat sesuai dengan penerimaan atau penghasilan yang diperoleh yang tertera dalam amanat UU nomor 28 tahun 2009 dan perda nomor nomor 4 tahun 2020 tentang pajak.

Yakni pajak itu dibayar oleh konsumen (obyek), jika tidak dibayarkan oleh konsumen maka wajib dibayarkan oleh pelaku usaha (subyek). Ini bagian dari menyadarkan wajib pajak.

“Dan jangan sampai keliru karena hasil pajak itu akan digunakan untuk pembangunan daerah. Maka kalau tidak membayar pajak dengan benar lalu bagaimana kita mengharapkan pembangunan daerah. Selama ini pembangunan terlihat minim karena penerimaan jauh dibawah target. Jadi mari kita sama-sama perhatikan bagian ini,” himbaunya.

Salah satu pelaku usaha, mengaku sudah diberikan baner dan tapping box. Tetapi belum memasang banernya. Hal ini dikarenakan merugi sering kesulitan mengakses gegara terkendala jaringan di Nabire yang sering tidak stabil dan tidak bisa mengakses ke dalam sisttemnya.

Selain itu, pengelola hotel ini juga merasa tidak adil lantaran belum semua hotel terpasang.

“Jadi jangan hanya separuh saja yang dikasih alat dan lainnya tidak. dan petugas juga harus mengerti situasi saat ini, karena pandemi ini sangat berdampak terhadap pendapatan,” tutur pengelola yang enggan namanya di publihs itu.(Red)

KOMENTAR

EMAIL NEWSLETTER$desc=Subscribe to receive inspiration, ideas, and news in your inbox

Name

AGAMA DAN FILSAFAT ARTIKEL ANDA BUKU DAN JURNAL COVID-19 DAERAH DESTINASI WISATA GAYA HIDUP HEADLINE HUKUM DAN KRIMINAL HUMOR INTERNASIONAL MOTIVASI NABIRE NASIONAL OLAHRAGA KESEHATAN PENDIDIKAN DAN TEKNOLOGI PUISI & CERPEN Sains dan Humaniora SOSIAL DAN POLITIK TENTANG CINTA UPDATE VIDEO
false
ltr
item
NABIRE.INFO: Bapenda Nabire Baru Miliki 15 Unit Perekam Transaksi Pajak
Bapenda Nabire Baru Miliki 15 Unit Perekam Transaksi Pajak
https://1.bp.blogspot.com/-WJfsUjx6chw/XzFkuQ4PWDI/AAAAAAAABG8/xgkAOjSb-YQsO0fke5dZOUGHdi2q7JOPQCLcBGAsYHQ/s640/IMG_20200618_143101.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-WJfsUjx6chw/XzFkuQ4PWDI/AAAAAAAABG8/xgkAOjSb-YQsO0fke5dZOUGHdi2q7JOPQCLcBGAsYHQ/s72-c/IMG_20200618_143101.jpg
NABIRE.INFO
https://www.nabire.info/2020/08/bapenda-nabire-baru-miliki-15-unit.html
https://www.nabire.info/
https://www.nabire.info/
https://www.nabire.info/2020/08/bapenda-nabire-baru-miliki-15-unit.html
true
5556882474248109387
UTF-8
Not found any posts LIHAT SEMUA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS LIHAT SEMUA BERITA TERKAIT LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy