Pengertian Menyimak: Perbedaan dan Hubungan Menyimak,Mendengar, Mendengarkan

Pada suatu malam, Apolo seorang satpam yang bertugas menjaga pangkalan bensin eceran pak Haji Nagasari, tiba-tiba mencium bau asap yang te...

Pada suatu malam, Apolo seorang satpam yang bertugas menjaga pangkalan bensin eceran pak Haji Nagasari, tiba-tiba mencium bau asap yang terasa sangat menyengat. Apolo pun segera meninjau secara seksama, dari mana sumber asap tersebut. 
Kemudian diketahui bahwa asap itu berasal dari kobaran api di salah satu gardu kosong yang berada tak jauh dari gudang tempat penyimpanan bensin. Maka Apolo pun segera meminta bantuan kepada penduduk setempat untuk sama-sama memadamkan api tersebut agar tidak terjadi kebakaran yang merugikan banyak pihak. Maka usaha Apolo pun berhasil.
Di tempat lainnya, 
Yakoba seorang sekertaris muda pada sebuah perusahaan besar di kota Kupang. Suatu ketika Yakoba diperintahkan atasannya untuk segera melengkapi dokumen-dokumen penting yang akan digunakan dalam penawaran proyek pembuatan jembatan di kota Betun Kabupaten Malaka. 
Karena Yakoba kurang teliti memeriksa dokumen-dokumen yang di butuhkan, dan ketika waktunya melakukan penawaran, ternyata ada beberapa dokumen perusahaan yang tidak di bawa. Maka akhirnya, proyek yang direncanakan itu pun menjadi batal. Dan Yakoba saat itu juga langsung di PHK dari perusahaan.
Mari kita “simak” kedua kejadian di atas. Di satu sisi, akibat kesigapan Apolo dalam “meninjau” (merasa, melihat) sesuatu, maka ia pun berhasil memadamkan api yang bisa saja membumihanguskan tempat ia bekerja, bahkan bukan mustahil bisa membawa dampak buruk pada dirinya yang bekerja di tempat itu dan orang-orang yang berada tak jauh dari tempat itu. Di lain sisi, Yakoba yang tidak teliti (melihat) akhirnya membawa kerugian besar bagi perusahaannya dan khususnya lagi bagi dirinya sendiri.

Kedua kejadian di atas, sesungguhnya menegaskan bahwa, aktivitas “menyimak” adalah sesuatu yang secara aksiomatis, hadir dalam setiap kehidupan insan manusia. Ketika ia hadir, maka keniscayaan dalam kehadiran itu akan membawa dampak positif (seperti Apolo), tetapi juga akan membawa dampak negatif (seperti Yakoba) dalam hidup dan kehidupan manusia.

Mengapa demikian? Sebab, kegiatan ‘menyimak’ pada dasarnya lebih melibatkan segenap pancaindra yang dimiliki masing-masing individu, yaitu indra penciuman, pendengaran, penglihatan, dan indra perasa, serta indra peraba. Pada titik ini, dapatlah ditarik pemahaman mendasar bahwa, di dalam prosesnya, menyimak merupakan segenap kegiatan dalam hal mendengar, mencium, melihat, meraba dan merasakan sesuatu objek, dengan meninjau secara teliti dan cermat.

Banyak orang gagal dalam kehidupan ini, karena ia tak mampu menyimak dengan baik. Banyak orang berhasil, karena ia mampu menyimak dengan baik. Itu sebabnya, “keterampilan menyimak”, adalah dasar dalam menangkap, memahami, mengerti, lalu mentransformasikan komponen-komponen berbahasa sebagai sistem komunikasi antar insan manusia.

*******
Pengertian Menyimak
Menyimak itu indah, ia adalah seni dan harmoni. Bahkan ia merupakan “listening may be golden”, yaitu sesuatu yang bernilai emas! 
Ya, menyimak dengan tepat, akan melahirkan sejuta kreatifitas yang membawa perubahan signifikan dalam kehidupan insan manusia. Pada titik ini, maka menyimak sebagai esensialitas berbahasa, memiliki urgensi dalam setiap aktivitas insan manusia. Tanpa menyimak dengan seksama, mustahil komunikasi dapat terjalin 

Dalam sebuah penelitian, Wilga M. Rivers seperti yang dikutip oleh Ice Sutari, dkk (1997:8) menyatakan bahwa, kebanyakan orang dewasa menggunakan 45% waktunya untuk menyimak, 30% untuk berbicara, 16% untuk membaca, dan 9% adalah untuk menulis. Dari penelitian Wilga ini, maka jelaslah terlihat bahwa menyimak memiliki peran yang sangat penting dalam aktivitas berbahasa. 

Ada banyak pengertian menyimak yang sudah dirumuskan para ahli. Namun kebanyakan diantaranya, hanya bersifat khusus. Tentu pengertian dan pemahaman menyimak ini, tidak hanya menyangkut hal-hal yang khusus saja, tetapi lebih daripada itu, ia juga menyangkut pengertian secara universal dan menyeluruh (secara umum). 

1. Pengertian Menyimak Secara Umum (Universal)
Secara umum, istilah “menyimak”, adalah suatu aktivitas yang bukan saja menyangkut proses mendengarkan sesuatu dengan teliti dan cermat, namun lebih dari pada itu, bahwa menyimak sangat membutuhkan kecermatan dan ketelitian untuk menggunakan alat indra dengan cara melihat, mencium, merasakan, dan meraba, serta mendengarkan.

Bayangkan saja, jika suatu kegiatan menyimak ini hanya ditekankan pada proses mendengarkan dan melihat saja? Maka pertanyaannya adalah, mampukah seorang tunanetra (orang buta) menyimak dalam kekurangan penglihatan yang ia miliki? Apakah tunarungu (orang tuli) bisa menyimak dalam kekurangan pendengarannya? Tentu saja, bisa! Sebab orang tunarungu dan tunanetra juga mampu menyimak dengan cermat melalui indra penciuman dan indra perasa mereka.

Karena itu, pengertian menyimak secara umum adalah sebuah kegiatan yang dilakukan manusia untuk mencermati dan meneliti suatu objek dengan menggunakan segenap alat indra yang dimilkinya, yaitu indra perasa, peraba, pelihat, penciuman dan pendengaran.

Dalam pemahaman bahwa, ketika seorang menyimak suatu objek (melakukan kegiatan menyimak), maka ia harus melakukannya dengan dua unsur, yaitu: 1) mencermati; dengan 2) alat indra. Berikut penjelasannya:

Mencermati. Dalam hal ini, seorang dapat menyimak ketika dia memperhatikan dengan cermat (seksama, teliti, penuh minat), atau dengan kata lainnya, yaitu mengamati dan memperhatikan dengan sungguh-sungguh.

Alat indra. Dalam hal mencermati suatu objek, maka seorang membutuhkan alat yang digunakan untuk mencermati dengan cermat. Alat yang digunakan ini adalah alat indra yang dimiliki oleh manusia seperti indra peraba, perasa, pelihat,dan pendengar serta penciuman. Alat-alat ini berfungsi untuk mencermati segala sesuatunya yang disimak. 

2. Pengertian Menyimak Secara Khusus 
Secara khusus, pengertian “menyimak” adalah sesuatu yang dilakukan untuk mendukung keterampilan seseorang dalam berkomunikasi melalui tata bahasa yang baik dan benar. Keterampilan ini membutuhkan pendengaran, juga penglihatan yang cermat dan teliti. Berikut ini beberapa pengertian menyimak yang sudah dirumuskan para ahli.

Istilah “menyimak” berdasarkan KBBI (Setiawan Ebta Software, 2010), adalah mendengarkan (memperhatikan) baik-baik apa yang diucapkan dan dibaca orang, atau dengan pertian lainnya yaitu, meninjau (memeriksa, mempelajari) dengan teliti.

Menyimak menurut Sabarti Akhadiah, dkk (1991), adalah suatu proses yang mencakup kegiatan mendengarkan bunyi bahasa, mengidentifikasi, menginterpretasi, menilai dan mereaksi atas makna yang terkandung di dalamnya. 

Sedangkan menyimak menurut Yeti Mulyati, dkk. (2009), bahwa proses menyimak merupakan proses interaktif yang mengubah bahasa lisan menjadi makna dalam pikiran. Senada dengan itu, Djago Tarigan (1991) menjelaskan bahwa, menyimak sebagai suatu aktivitas mencakup kegiatan mendengar bunyi bahasa, mengidentifikasi, menilik, dan mereaksi atas makna yang terkandung dalam bahan simakan.

Pengertian keterampilan menyimak itu sendiri menurut M.E Suhendar dan Pien S. (1992) bahwa keterampilan menyimak merupakan kemampuan menangkap bunyi-bunyi bahasa yang diucapkan atau yang dibacakan orang lain dan diubah menjadi bentuk makna untuk dievaluasi. 

Sebagaimana Saleh Abbas (2006) menjelaskan bahwa, menyimak merupakan proses untuk mengorganisasikan apa yang didengar dan menempatkan pesan suara-suara didengar ditangkap menjadi makna yang dapat diterima.

Dari beberapa definisi di atas, maka secara khusus, menyimak adalah suatu aktivitas mendengarkan lambang lisan dengan segenap perhatian, pemahaman, apresiasi, serta interpretasi, untuk memperoleh informasi, menangkap isi, lalu memahami makna komunikasi yang disampaikan pembicara melalui ujaran atau bahasa lisan. 

Dalam pemahaman bahwa, menyimak dalam konteks keterampiln berbahasa, adalah proses komunikasi yang terwujud dalam aktifitas verbalisasi makna dan ucapan dari komunikator (pembicara) kepada komunikan (pendengar), dengan maksud komunikan dapat memperoleh informasi, menangkap isi, lalu memahami dan mengerti makna yang diucapkan oleh komunikator, atau sebaliknya, dari komunikan ke komunikator.

Sehingga dapatlah dipahami bahwa menyimak lebih merupakan proses dalam mendengarkan bunyi bahasa, mengidentifikasi dan menafsirkan, menilai serta mereaksi makna. Untuk proses ini menyimak terdiri dari tiga langkah: 1) menerima masukan yang didengar; 2) melibatkan diri terhadap masukan yang didengar; dan 3) mengintepretasikan serta berinteraksi dengan masukan yang didengar. 

********
Menyimak, Mendengar & Mendengarkan
Menyimak memang dilakukan dengan mendengarkan. Namun mendengarkan tidaklah sama dengan menyimak. Begitupun dengan mendengar. Berikut perbedaan ketiga kata ini. 

1. Perbedaan Mendengar, Mendengarkan & Menyimak
Ketiga istilah ini, yakni mendengar, mendengarkan dan menyimak, kerapkali disalah mengertikan sehingga dalam penggunaannya nampak tumpang tindih. Berikut penjelasan pengertian mendengar, mendengarkan serta menyimak.

Mendengar.Ketika Petrus asik membaca sebuah berita tentang salah satu pejabat yang korupsi di harian surat kabar Timur Ekspres. Tiba-tiba ia terkejut mendengar suara kedua adik kembarnya, yakni Barnabas dan Bernadus yang sedang terlibat pertengkaran sengit dalam membicarakan topik kemenangan sang legendaris Motor GP, Valentino Rossi. Petrus pun menolehkan kepalanya sejenak ke arah datangnya suara mereka, namun ia kembali meneruskan membaca berita hingga selesai. Ini adalah aktifitas “mendengar”. Pada contoh ini, menunjukkan bahwa Petrus mendengar suara dari Barnabas dan Bernadus, namun tidak menarik perhatiannya lebih lanjut. Artinya bahwa, kegiatan mendengar, hanya bersifat kebetulan, dan dilakukan dengan tidak disengaja atau tidak direncanakan sebelumnya.

Mendengarkan.Pada suatu sore,seusai mencuci piring di dapur, Yakomina bergegas menuju pekarangan rumah untuk menyapu daun-daun yang banyak berserakan di halaman rumahnya. Namun untuk menambah semangat dalam bekerja, Yakomina pun menuju ke ruang tamu untuk memutar lagu-lagu dansa melalui Vcd Player yang baru di hadiahkan oleh kakaknya sebulan yang lalu. Lagu-lagu itu pun mulai mendendangkan lagu demi lagu hingga tiba pada lagu favorit Yakomina, berjudul “Karolina”. Dengan mendengarkan lagu berjudul “Karolina” yang mengalun ini, maka Yakomina segera menghentikan pekerjaannya sejenak, lalu ia duduk bersandar di bawah pohon, sambil mendengarkan dengan lagu kesayangannya itu. Ini adalah akfitas “mendengarkan”. Pada contoh ini, Yakomina “dengan sengaja” dan “sadar” untuk mendengarkan lagu-lagu favoritnya. Artinya bahwa, aktifitas “mendengarkan”, terkandung unsur kesengajaan yaitu dengan sengaja melakukan sesuatu hal.

Menyimak. Dalam sebuah acara seminar tentang alat-alat Kontrasepsi yang dilaksanakan di Balai Desa Baun, Yakobus terlihat serius mengikutinya. Ia menyimak dengan segenap perhatian, dan sesekali ia terlihat menulis sambil mengangguk-anggukan kepalanya ketika pembicara sedang menjelaskan jenis-jenis dan cara-cara memasang alat-alat Kontrasepsi. Bahkan saking seriusnya ia memperhatikan penjelasan, ia pun tidak beranjak sedetik pun dari kursinya selama penjelasan demi penjelasan itu berlangsung hingga seminar selesai. Setelah selesai, Yakobus terlihat puas dengan mengangguk-anggukan kepalanya. Ini adalah aktifitas “menyimak”. Contoh ini dapat menunjukkan dengan jelas, bagaimana terjadinya proses “menyimak“ dalam sebuah kegiatan berbentuk seminar, yang sudah direncanakan sebelumnya. Saat proses berlangsung, si penyimak Yakobus, menyimak dengan serius dan sungguh-sungguh serta menulis beberapa hal penting, bahkan menganggukkan kepalanya sebagai tanda bahwa ia memahami dan mengerti.

Dari ketiga penjelasan beserta contohnya di atas, maka makna kata mendengar, mendengarkan dan menyimak, memiliki perbedaan. Haryadi dan Zamzani (1997:23), juga memberikan bentuk gambaran perbedaan antara mendengar, mendengarkan dan menyimak dalam tabel 1.1 berikut ini:


Tabel.1.1 Perbedaan Mendengar, Mendengarkan & Menyimak (Sumber: Haryadi dan Zamzani, 1997:23)

Aspek & Unsur
Mendengar
Mendengarkan
Menyimak
Sasaran
Bunyi apa saja
Bunyi apa saja
Bunyi bahasa
Kegiatan
Tidak sengaja
Sengaja/
terencana
Sengaja/
terencana
Makna/arti
Belum tentu dapat
Belum tentu dapat
Diusahakan dapat
Sasaran
Dipahami
Dipahami
Dipahami/
dinikmati

2. Hubungan Mendengar, Mendengarkan & Menyimak 
Dalam mendengar, si pendengar tidak dapat memahami lebih dalam tentang apa yang didengarkannya. Pada kegiatan mendengarkan sudah ada unsur kesengajaan, tetapi itu belum diikuti unsur pemahaman karena itu belum menjadi tujuan. 

Sementara kegiatan menyimak mencakup mendengar, mendengarkan, dan disertai usaha untuk memahami bahan simakan. Dalam kegiatan menyimak ada unsur kesengajaan, perhatian dan pemahaman, yang merupakan unsur utama dalam setiap peristiwa menyimak. Penilaiannya pun selalu terdapat dalam peristiwa menyimak, bahkan melebihi unsur perhatian.

Jelas bahwa, proses atau aktivitas menyimak, terdiri dari kegiatan mendengar, mendengarkan, yang akhirnya masuk dalam tahap menyimak dengan seksama, cermat dan teliti. Namun sekali lagi ditekankan bahwa, menyimak tidak sama dengan mendengar dan mendengarkan. 

Proses menyimak terdiri atas 3 (tiga) wilayah, yaitu mendengar, mendengarkan dan menyimak. Mendengar dilakukan dengan kebetulan saja dan tanpa disengaja sama sekali; sedangkan Mendengarkan dilakukan sebatas di sengaja tapi belum memahaminya dengan baik dan teliti; sementara Menyimak merupakan sesuatu yang direncanakan dan dengan disengaja sebelumnya, penuh dengan perhatian, pemahaman, juga pengevaluasian (evaluasi), serta dibutuhkan umpan balik atau tanggapan.

Oleh: Abdy Busthan

KOMENTAR

EMAIL NEWSLETTER$desc=Subscribe to receive inspiration, ideas, and news in your inbox

Name

AGAMA DAN FILSAFAT ARTIKEL ANDA BUKU DAN JURNAL COVID-19 DAERAH DESTINASI WISATA GAYA HIDUP HEADLINE HUKUM DAN KRIMINAL HUMOR INTERNASIONAL MOTIVASI NABIRE NASIONAL OLAHRAGA KESEHATAN PENDIDIKAN DAN TEKNOLOGI PUISI & CERPEN Sains dan Humaniora SOSIAL DAN POLITIK TENTANG CINTA UPDATE VIDEO
false
ltr
item
NABIRE.INFO: Pengertian Menyimak: Perbedaan dan Hubungan Menyimak,Mendengar, Mendengarkan
Pengertian Menyimak: Perbedaan dan Hubungan Menyimak,Mendengar, Mendengarkan
https://1.bp.blogspot.com/-9nvZ-lQB82I/XyQAHorGetI/AAAAAAAAAKk/qTx--lMkGqYzKTqPzeqXxPdRmPvNuifRgCLcBGAsYHQ/w640-h346/6fee5e28fc438edddbaad96304086c1d.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-9nvZ-lQB82I/XyQAHorGetI/AAAAAAAAAKk/qTx--lMkGqYzKTqPzeqXxPdRmPvNuifRgCLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h346/6fee5e28fc438edddbaad96304086c1d.jpg
NABIRE.INFO
https://www.nabire.info/2020/07/pengertian-menyimak-perbedaan-dan.html
https://www.nabire.info/
https://www.nabire.info/
https://www.nabire.info/2020/07/pengertian-menyimak-perbedaan-dan.html
true
5556882474248109387
UTF-8
Not found any posts LIHAT SEMUA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS LIHAT SEMUA BERITA TERKAIT LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy