Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan Agama Kristen (PAK)

Oleh: Abdy Busthan Dalam kaitannya dengan PAK, ada 5 (lima) pemahaman mendasar yang berhubungan dengan konteks penciptaan (Kejadian ...



Oleh:
Abdy Busthan

Dalam kaitannya dengan PAK, ada 5 (lima) pemahaman mendasar yang berhubungan dengan konteks penciptaan (Kejadian 1), maka menurut menurut Busthan Abdy (2019:16-24) yang perlu dipahami secara baik, sehingga bisa dijadikan pedoman untuk memulai praktek penyelenggaraan Pendidikan Agama Kristen (PAK), yaitu sebagai berikut:

(1) Pemahaman Tentang Allah

Allah yang diberitakan Alkitab adalah Allah Pencipta segala sesuatu. Oleh sebab itu sangatlah tepat jika digunakan kata “Maha” kepada Allah. Karena Dia adalah Allah yang Maha Kuasa, Maha Kasih, Maha Adil, Maha Benar, Maha Tahu, Maha hadir, Maha Kekal, Maha Sempurna, Maha Kudus, dll. Manusia dapat mengenal Allah di dalam diri Yesus Kristus yang merupakan pribadi yang tak terpisahkan dari Allah Tritunggal, yakni Tuhan yang menjadi manusia. Di dalam dan melalui Yesus Kristus, manusia akan memperoleh pendamaian dan keselamatan dari Allah serta mengalami kelahiran baru oleh Roh Kudus.

(2) Pemahaman Tentang Manusia

Ciptaan unik dan istimewa—manusia merupakan ciptaan Allah yang unik dan istimewa. Dikatakan unik dan istimewa karena manusia merupakan ciptaan yang mendapatkan hak istimewa dari Allah, untuk menikmati hubungan intim dengan-Nya. Bahkan di awal penciptaan pun, bila diadakan tingkatan (ordo), manusia berada pada satu tingkat di bawah Allah. Hal berikut, manusia diciptakan segambar dan serupa dengan Allah, yang merupakan cermin pantulan Allah. Hanya manusia yang diberikan kapasitas untuk mendapatkan anugerah Allah, mengenal Allah, berpikir dan merasakan, berkreativitas, dll. Setiap manusia diciptakan unik, dimana Allah menciptakan manusia dengan kemampuan-kemampuan dalam diri mereka yang berbeda, yang sesuai tujuan yang telah Allah tetapkan sebelumnya. Maka tujuan utama manusia adalah memuliakan Allah, Sang Penciptanya.

Ciptaan yang berdosa—ketika manusia pertama kali diciptakan, manusia memiliki hubungan yang baik dengan Allah. Manusia juga diberikan hak untuk memilih yang baik dan yang benar. Hal ini membuat manusia memiliki kebebasan untuk dapat berbuat dosa dan tidak berbuat dosa. Namun hubungan yang sangat baik dengan Allah tersebut menjadi rusak karena manusia memilih berbuat dosa, melawan, dan memberontak kepada Allah. Sejak itu manusia memiliki natur menjadi sifat manusia, yaitu: kecenderungan berbuat dosa. Semua manusia terpolusi oleh dosa. Semua hubungan yang terbina dengan baik menjadi rusak. Manusia menjadi berdosa bahkan jika digambarkan berdasarkan tingkatannya, maka posisi manusia telah jatuh ke tingkatan atau posisi yang paling bawah (titik nadir). Disini manusia berada di bawah malaikat, iblis, dan alam. Manusia kehilangan kemuliaan Allah dan tampil menjadi makhluk egois, materialistis, hedonis, dan sangat jauh terpisahkan dari Allah.

Ciptaan yang di tebus—karena Allah sangat mengasihi manusia, maka Dia tidak membiarkan milik-Nya yang paling berharga terus hidup dalam kegelapan dosa. Allah yang penuh kasih, kerelaan, dan pengorbanan telah memberikan Anak-Nya yang tunggal, Yesus Kristus untuk menebus, mendamaikan dan menyelematkan manusia. Allah mengembalikan tingkatan atau posisi (reposisi) manusia kepada posisi semula. Barang siapa percaya Yesus adalah Tuhan, akan mengalami kelahiran baru. Meskipun demikian, manusia yang telah ditebus tetap hidup atau tinggal di dalam dunia yang penuh dosa. Oleh sebab itu manusia harus tetap berjuang melawan dosa dan bergantung penuh kepada kuasa, kasih, dan anugerah Allah.


(3) Pemahaman Tentang Alam Semesta

Dalam hal ini, alam semesta merupakan ciptaan Allah. Allah menciptakan alam dengan teratur dan seimbang sesuai dengan hukum-hukum alam yang telah Allah ciptakan. Alam diciptakan untuk kelangsungan hidup manusia. Maka setiap manusia harus tetap menjaga dan memelihara alam ciptaan Allah ini. Apalagi ketika manusia berdosa, maka alam pun ikut terpolusi oleh dosa yang dilakukan manusia. Hubungan antara manusia dan alam akhirnya menjadi rusak. Namun, hingga sekarang Allah tetap memelihara kelanjutan ciptaan-Nya. Allah tidak menciptakan alam lalu meninggalkan begitu saja, tetapi Allah masih dan tetap berperan dalam alam ini.


(4) Pemahaman Tentang Kebenaran

Semua kebenaran yang ada, adalah bersumber dari kebenaran Allah. Karena Allah adalah pemberi kebenaran yang sejati. Sumber kebenaran Allah adalah Firman Allah yang tercantum dalam Alkitab. Seluruh kebenaran dalam dunia harus di uji oleh kebenaran Allah ini. Manusia sulit memahami kebenaran yang benar, kecuali ia mau untuk bersunguh-sungguh berjuang memahaminya, dan meminta Allah untuk mengaruniakan pemahaman kepada manusia. Kebenaran yang benar-benar akan dapat digunakan untuk memuliakan Allah demi peningkatan kualitas hidup manusia.


(5) Pemahaman Tentang Etika

Bagi orang Kristen, standar etika yang digunakan adalah Firman Allah. Nilai-nilai etika yang benar untuk setiap tindakan haruslah berdasarkan kepada Firman Allah dan pada karakter Yesus. Dalam etika Kristen juga dikembangkan norma-norma yang bertujuan untuk mengoptimalkan karakter Yesus dalam hidup seorang Kristen. Etika Kristen juga mengembangkan sikap dalam hal-hal prinsip atau pokok, agar terdapat kesatuan dalam hal-hal yang tidak prinsip atau pokok ini, sehingga terdapat kebebasan dalam segala hal dan perkara yang berlandaskan kasih. Karenanya maka etika pelayan Kristen haruslah bertumpu pada pemahaman yang benar tentang panggilan pelayanan.

Kelima pemahaman diatas dapat dihubungkan dengan komponen dalam praktek penyelenggaraan PAK di sekolah.


(1) Sifat Dasar Siswa


Siswa adalah manusia berdosa yang butuh penebusan dan pendamaian dari Allah. Karena, siswa harus terlebih dahulu dibimbing untuk mengalami perjumpaan dengan Tuhan dan kelahiran baru. Dengan kelahiran baru, siswa akan lebih mudah–walaupun tetap dengan perjuangan dan anugerah Tuhan untuk mengetahui, memahami, dan menerapkan kebenaran yang sebenarnya (kebenaran Allah). Siswa diciptakan Tuhan dengan sangat unik dan istimewa, sehingga setiap siswa berbeda-beda, karena setiap siswa selalu memiliki kemampuan, kecerdasan, bakat, minat, dan gaya belajar yang berbeda-beda antara satu de
ngan yang lainnya.

(2) Peran Guru PAK

Integritas pelayan Kristen (guru PAK) tidaklah sederhana atau seotomatis apa yang dipikirkan. Standar kesempurnaan moral pelayan, dalam hal ini guru PAK, adalah integritasnya sendiri. Setiap pelayan Kristen harus bertanya pada dirinya sendiri: siapa yang kulayani, Kristus atau jemaat/siswa? Atau dengan bentuk rumusan lainnya: apakah dengan melayani jemaat/siswa, saya sudah melayani Kristus?

Membangun pelayanan berintegritas, akan mensyaratkan pemahaman tentang panggilan pelayan dan konsep pelayanan yang bersifat alkitabiah, etis dan serupa dengan Kristus. Prasyarat penting dari pelayanan yang etis adalah pemahaman yang jelas tentang panggilan pelayan (Trull Joe & James Carter, 2012:17-19). Peran guru PAK disini merajuk pada asas bahwa guru adalah manusia berdosa, oleh sebab itu, guru harus terlebih dahulu mengalami perjumpaan dengan Tuhan dan kelahiran baru, setelah itu barulah dia dapat melakukan peran sebagai guru PAK.

Adapun peran sebagai guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) adalah sebagai:

Pembimbing, yaitu guru PAK harus membimbing siswa untuk mengalami perjumpaan dengan Tuhan dan kelahiran baru. Guru Kristen harus membimbing siswa untuk mengenal Allah dalam setiap kegiatan pembelajaran dan memuliakan Allah. Guru Kristen juga harus dapat membimbing siswa untuk memahami kebenaran yang sejati, serta membimbing mereka kepada tujuan utama, yakni hidup di dunia dengan menjadikan Alkitab sebagai pedoman dalam setiap aspek kehidupan.

Pelatih, guru PAK harus dapat berperan sebagai pelatih. Ia harus dapat melatih siswa untuk terus bergantung penuh kepada Allah dalam kehidupan yang penuh dengan dosa. Guru Kristen harus melatih siswa untuk menemukan dan memahami kebenaran yang sejati (kebenaran dalam Kristus), serta bersaksi tentang kebenaran tersebut. Selain itu, guru Kristen harus melatih siswa bagaimana ia dapat berjuang untuk tetap hidup di dalam Kristus di tengah dunia yang penuh dengan dosa.

Perancang, seorang guru PAK harus berperan sebagai perancang, seperti misalnya arsitek. Guru Kristen harus merencanakan kurikulum dengan baik dan terarah, yaitu yang berdasarkan kebenaran Alkitab. Guru Kristen dalam hal ini harus membuat perencanaan yang baik dalam pembelajaran. Setelah merencanakan, guru Kristen harus dapat melakukan perencanaan itu.

Teladan, guru PAK harus menjadi teladan yang baik bagi para siswanya. Seorang siswa terutama yang masih kecil adalah seorang yang mudah percaya, sekaligus mudah disesatkan oleh ajaran yang salah. Karena itu, guru PAK harus berhati-hati dalam membimbing dan mengajarkan siswa. Pengajaran kepada siswa harus disesuaikan dengan tingkat kebutuhan belajar yang sesuai dengan fase perkembangannya (usia, lingkungan, karakter pertumbuhannya, dll). Karena siswa akan mudah menyerap contoh atau teladan yang dilihatnya. Guru Kristen harus berperan sebagai teladan (role model) bagi siswanya dalam segala hal (perkataan, pikiran, perbuatan, iman, dan lian-lain).

Mitra kerja Allah, bahwa sebagai mitra Allah, guru PAK harus menyadari bahwa dirinya adalah rekan kerja Allah dalam mengajar dan mendidik siswa. Guru Kristen harus menyadari hak mengajar dan mendidik yang telah diberikan oleh Allah, sehingga dia harus bertanggung jawab kepada Allah. Guru Kristen harus berusaha dengan sungguh-sungguh mengajar dan mendidik siswanya dengan menyadari bahwa segala sesuatunya adalah milik dan pemberian Allah. Oleh sebab itu, guru juga harus berdoa, bekerja sungguh-sungguh dan menjalin kerja sama yang baik dengan Allah.


(3) Penekanan Kurikulum PAK

Kurikulum bertindak sebagai desain atau blue print dari proses pembelajaran dan keseluruhan kegiatan pendidikan. Kurikulum harus dibuat sedemikian rupa dengan diwarnai oleh nilai-nilai Kristen. Kurikulum juga harus bisa melakukan integrasi antara Firman Allah sebagai kebenaran, dengan ilmu dan pengetahuan yang diajarkan. Berikut ini beberapa mandat yang harus diperhatikan dalam menyusun Kurikulum PAK:

Mandat penyembahan, bahwa segala sesuatu, termasuk manusia, adalah ciptaan Allah untuk memuliakan-Nya dalam roh dan kebenaran. Segala bentuk dan model pendidikan, tujuan akhirnya adalah membawa siswa memuliakan Allah sebagai pencipta yang berpusat kepada Kristus.

Mandat penciptaan, Allah menciptakan segala sesuatu dengan sangat baik dan memelihara kelanjutan ciptaan-Nya dengan memberikan tanggung jawab kepada manusia untuk memeliharanya. Proses pendidikan haruslah mencantumkan tanggungjawab manusia memelihara ciptaan Allah.

Mandat kasih, sebelum manusia berdosa, hubungan antara Allah dengan manusia dan hubungan manusia dengan manusia terjalin baik. Ketika manusia jatuh ke dalam dosa pun, Allah tetap mengasihi manusia melalui kasih dalam diri Yesus. Karenanya, proses pendidikan harus mengembangkan sikap mengasihi Allah melalui pribadi Yesus dan mengasihi sesama manusia sebagai cermin kasih kepada Allah.

Mandat kesaksian, ketika seorang Kristen di tebus, di damaikan, dan diselamatkan, maka ia mengalami pengalaman yang menakjubkan. Ketika menjalani kehidupan sebagai orang Kristen, ia juga mengalami tuntunan dan penyertaan Allah dalam menjalani kehidupan yang penuh dosa. Seorang Kristen yang atas anugerah Allah itu haruslah juga memahami kebenaran yang sejati di dalam Kristus. Proses pendidikan harus memberikan kesaksian pada dunia yang penuh dengan dosa tentang kebenaran sejati dalam Kristus. Tentu saja, agar melalui kesaksian itu, maka banyak jiwa dimenangkan.

(4) Metode Pembelajaran

Dalam pemahaman tentang diri siswa sebagai seorang manusia yang terdiri dari berbagai ciri dan kemampuan yang berbeda-beda antara satu dengan lainnya, maka metodologi pembelajaran yang digunakan PAK harus dapat mencakup aspek afektif, psikomotorik dan kognitif. Metode pembelajaran tidak hanya mencapai segi kognitif saja, dan juga tidak hanya memberikan pengetahuan saja, tetapi juga mengajarkan dan mengoptimalkan aspek sikap dan keterampilan siswa, serta membuat siswa tidak hanya memiliki pengetahuan semata, tapi juga harus memiliki keterampilan-keterampilan menjalani kehidupan di dunia. Selain itu, metodologi pembelajaran harus membawa siswa untuk memuliakan Allah.

(5) Fungsi Sosial Sekolah PAK

PAK dalam lingkup sekolah harus dapat membentuk komunitas alternatif bagi masyarakat di sekelilingnya. Dalam hal ini ajaran Kristen harus menjadi terang dan garam bagi sekelilingnya. Di sekolah Kristen harus ditanamkan dan dikembangkan nilai-nilai Kristen yang sebenarnya. Sehingga masyarakat sekitar dapat melihat perbedaan yang ada dan mereka menjadi tertarik lalu percaya kepada Yesus. Individu-individu sekolah Kristen harus mempengaruhi masyarakat, dan bukan sebaliknya. Komunitas Kristen dalam sekolah harus bisa membentuk dan memengaruhi masyarakat dengan tindakan-tindakan yang nyata. Tindakan-tindakan yang nyata dapat berupa kegiatan sosial kepada masyarakat sekelilingnya maupun dengan teladan yang diberikan oleh individu-individu sekolah Kristen ketika mereka bermasyarakat.

Berdasarkan poin di atas, maka menurut Busthan Abdy (2019:24), bahwa mendidik dapat diumpamakan seperti seorang petani menabur benih. Pendidikan Kristen harus menabur benih-benih yang sesuai dengan nilai-nilai Kristiani. Untuk menjadi seorang penabur benih, sangat membutuhkan kerja keras, perencanaan matang, proses panjang, kesabaran, dan lain-lainnya. Sehingga hasil yang nantinya diperoleh dari pendidikan Kristen tidaklah secepat kilat dan instan saja, tetapi di dalammya Allah akan turut berperan dalam pertumbuhan benih yang ditaburkan itu.



Judul: Pendidikan Agama Kristen (PAK) dan Etika Kristen
Penulis:Abdy Busthan, S.Pd., M.Pd
Penerbit: Yayasan Kasih Imanuel Mahawira
Tahun: 2019

KOMENTAR

Name

AGAMA DAN FILSAFAT ARTIKEL ANDA BUKU DAN JURNAL COVID-19 DAERAH DESTINASI WISATA GAYA HIDUP HEADLINE HUKUM DAN KRIMINAL HUMOR INTERNASIONAL MOTIVASI NABIRE NASIONAL OLAHRAGA KESEHATAN PENDIDIKAN DAN TEKNOLOGI PUISI & CERPEN Sains dan Humaniora SOSIAL DAN POLITIK TENTANG CINTA UPDATE VIDEO
false
ltr
item
NABIRE.INFO: Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan Agama Kristen (PAK)
Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan Agama Kristen (PAK)
https://1.bp.blogspot.com/-2FU9rRq6Okg/XWzU0Yb2ExI/AAAAAAAAAuE/ZIjSHy6SUy0P0FOKpr1A2ZriAqbFg11LACLcBGAs/s1600/3f77b4e65e7cbf59b600e0622494a042.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-2FU9rRq6Okg/XWzU0Yb2ExI/AAAAAAAAAuE/ZIjSHy6SUy0P0FOKpr1A2ZriAqbFg11LACLcBGAs/s72-c/3f77b4e65e7cbf59b600e0622494a042.jpg
NABIRE.INFO
https://www.nabire.info/2019/09/pedoman-penyelenggaraan-pendidikan.html
https://www.nabire.info/
https://www.nabire.info/
https://www.nabire.info/2019/09/pedoman-penyelenggaraan-pendidikan.html
true
5556882474248109387
UTF-8
Not found any posts LIHAT SEMUA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS LIHAT SEMUA BERITA TERKAIT LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy